Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bermadzhab.

AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG BENAR

Agama adalah seperangkat aturan yang apa bila diikuti seutuhnya akan memberikan jaminan keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Agama yang benar pada prinsipnya adalah wadl’i Ilahiyy, artinya aturan-aturan yang telah dibuat oleh Allah, karena sesungguhnya hanya Allah saja yang berhak disembah, dan Dialah pemilik kehidupan dunia dan akhirat. Dengan demikian hanya Allah pula yang benar-benar mengetahui segala perkara yang membawa kemaslahatan kehidupan di dunia, dan hanya Dia yang menetapkan perkara-perkara yang dapat menyelamatkan seorang hamba di akhirat kelak. Karena itu, di antara hikmah diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk menyampaikan wahyu dari Allah kepada para hamba-Nya tentang perkara-perkara yang dapat menyelamatkan para hamba itu sendiri. Seorang muslim meyakini sepenuhnya bahwa satu-satunya agama yang benar adalah hanya agama Islam. Karena itu ia memilih untuk memeluk agama tersebut, dan tidak memeluk agama lainnya. Allah mengutus para nabi dan p...

MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI

*MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI * Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr Wb. Buya, saling memaafkan wajib hukumnya dan dilakukan setiap saat. Bagaimana hukum orang yang tidak mau tegur sapa lebih dari dua hari? Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Minta maaf adalah sifat yang sangat mulia. Dalam hadits disebutkan, bahwa orang yang lebih dulu meminta maaf derajatnya dihadapan Allah SWT lebih tinggi dan lebih dicintai Allah SWT dari yang dimintai maaf. Maka dari itu jangan minta maaf hanya disaat kita bersalah. Jika kita bermasalah dengan saudara atau teman, maka bersegeralah meminta maaf biarpun kita dalam posisi benar, itulah kemuliaan. Apalagi jika kita bersalah, maka kita harus segera meminta maaf, khawatir nyawa kita dicabut sementara kita punya dosa dengan sesama yang Allah SWT tidak mengampuni kita kecuali orang yang kita sakiti dan salahi memaafkan kita. Adapun orang yang tidak tegur sapa lebih dari tiga hari jika bukan karena permasalahan hal itu tid...

HUKUM KREDIT

HUKUM KREDIT Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya seorang wiraswasta, saat ini banyak sekali transaksi jual beli yang menggunakan sistem kredit, yang ingin saya tanyakan bagaimana hukum jual beli dengan menggunakan kredit? Mohon penjelasan dari buya. Terima kasih. Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Tentang jual beli dengan sistem kredit dalam arti menjual barang kepada pembeli dengan pembayaran yang dicicil dalam jangka waktu tertentu, maka hal itu ada tiga macam: 1) Kredit yang haram, karena transaksi tersebut memang tidak boleh dengan kredit. Yaitu jual beli yang berupa: a. Emas dengan emas b. Perak dengan perak c. Emas dengan perak d. Uang dengan emas e. Uang dengan perak f. Uang dengan uang Sebab untuk macam-macam jual beli tersebut ada hukumnya tersendiri, diantaranya tidak boleh dengan kredit. 2) Kredit yang diperkenankan, yaitu: Kredit yang diperbolehkan dalam Islam adalah selagi bukan jual beli yang tersebut di bagian kredit terlarang di at...

HUKUM MINYAK WANGI BERALKOHOL

HUKUM MINYAK WANGI BERALKOHOL Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, ma’af mau tanya. Bagaimana hukumnya menggunakan wangi-wangian yang mengandung alkohol, etanol, dsb? Terimakasih. Wassalamu’laikum Wr. Wb Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Saudariku yang semoga senantiasa dalam rahmat Allah SWT, amiin. Alkohol adalah ruh atau inti khomr yang diharamkan oleh Allah SWT. Jadi hukum yang berlaku untuk khomr juga berlaku untuk alkohol. Hukumnya yaitu mutlaq tidak boleh (haram) dikonsumsi sebagai makanan dan minuman baik banyak atau sedikit. Maka hukumnya tetap haram jika ada makanan atau minuman atau untuk campuran obat. Obat atau apapun yang ada kandungan alkoholnya walaupun sangat sedikit (baik itu hanya 1 % atau 0,5 %) tetap hukumnya haram. Yang anda tanyakan adalah penggunaannya di selain yang kami sebut di atas. Seperti untuk campuran minyak wangi atau yang lainnya yang digunakan untuk kulit atau baju kita : Maka hal itu masuk pembahasan yang lain y...

BOLEHKAH ANAK SUSUAN MENIKAH DENGAN ANAK SENDIRI?

BOLEHKAH ANAK SUSUAN MENIKAH DENGAN ANAK SENDIRI? Pertanyaan: Assalamu’alaikum Ustadz. Dulu saya pernah menyusui keponakan saya sendiri. Hal itu saya lakukan karena dia menangis sejadi-jadinya setelah ditinggal ibunya pergi. Di saat yang sama pula saya menyusui anak kandung saya yang umurnya sebaya dengan keponakan saya tadi. Kini, saat mereka dewasa, mereka berdua saling mencintai dan bermaksud ingin merajut hubungan lebih lanjut ke ranah pernikahan. Bagaimana kasus saya menurut syariat Islam? Bagaimana hukum pernikahan anak saya nanti? Wassalamu’alaikum Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Menjawab pertanyaan ibu yang semoga dimuliakan oleh Allah SWT, yang harus difahami: Pertama adalah masalah menyusui. Seorang anak akan menjadi anak susuan ibu jika memenuhi 3 syarat yang berikut ini: 1) Anak tersebut disusui sebelum genap umur 2 tahun hijriyah. 2) Menyusuinya adalah tidak kurang dari 5 kali susuan yang memuaskan. Arti se-kali memuaskan adalah: Bayi tersebut men...

NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM

*NABI ISA ALAIHI SALAM VERSI ISLAM * Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr Wb Buya yang kami hormati, mohon diceritakan tentang kisah Nabi Isa versi Islam, soalnya masyarakat sudah banyak terpengaruh tentang kisah Nabi Isa versi yahudi dan nasrani, apalagi sekarang sudah menjelang hari natal? Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Nabi Isa Almasih adalah seorang Nabi yang sangat mulia. Dengan kebesaran kuasa Allah SWT, Beliau terlahir dari rahim seorang ibu yang suci dan sangat mulia tanpa seorang bapak. Dilahirkan oleh Sayyidah Maryam yang rajin beribadah dan tidak pernah dijamah oleh seorang laki-lakipun. Di musim panas saat kurma berbuah bukan musim dingin dan salju. Nabi Isa dan Sayyidah Maryam dalam Al-Qur’an lebih mulia daripada nabi Isa dan Sayyidah Maryam dalam agama lain. Sebab dalam agama selain Islam disebutkan Sayyidah Maryam pernah dijamah oleh laki-laki. Nabi Isa dalam Islam tetap nabi sampai kapan pun. Seorang manusia suci yang sangat mulya dan kelak akan sema...

HUKUM FB, TWITTER, INTERNET, TV, DLL

*HUKUM FB, TWITTER, INTERNET, TV, DLL * Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya bekerja di bidang teknologi informasi, nah bersama lajunya teknologi yang tidak bisa di bendung, bagaimana pandangan Islam tentang teknologi, bagaimana sikap kita sebagai seorang Muslim terhadap kemajuan tersebut? Apalagi telah beredar fatwa atas nama ulama yang mengharamkan semacam facebook, twitter bahkan pengharaman penggunakan internet, tv, dll. Mohon Buya bisa memberi pencerahan. Terima kasih Wassalam. Jawaban: Wa’alaikumusalam Wr. Wb. Saudaraku, semoga Allah SWT selalu membimbing kita semua. Amin. Berkenaan dengan kemajuan teknologi Islam bukan agama yang menutup diri dari kemajuan teknologi. Akan tetapi Islam telah memberi batasan-batasan penggunakan teknologi agar tidak disalah gunakan. Batasan tersebut telah disimpulkan dalam makna kemaslahatan untuk umat manusia itu sendiri. Maka segala sesuatu itu jika membahayakan manusia baik kesehatan, akhlaq atau keimanannya maka hal te...

MENYIKAPI ORANG YANG SUKA MEMBID'AHKAN

MENYIKAPI ORANG ORANG YANG SUKA MEMBID’AHKAN Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa yang harus kita lakukan jika ada orang yang selalu membid’ahkan terhadap amalan amalan yang sering kita lakukan? Jawaban: Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Seseorang tidak boleh merasa suci dan paling baik dan benar. Sikap kita jika ada orang yang membid’ahkan kita adalah koreksi diri karena bisa saja apa yang dikatakan orang itu benar. Akan tetapi yang harus lebih koreksi diri adalah di saat kita ingin membidahkan orang lain. Karena di saat kita membidahkan itu artinya kita merasa lebih benar dari orang lain. Jika kita sudah koreksi diri disaat dibid’ahkan dan ternyata kita salah kita harus segera insyaf dan jika kita dalam kondisi benar berdasarkan dalil dan hujjahnya menurut para ulama maka penilaian baru kita arahkan kepada orang yang membid’ahkan. Sudahkah dia bertanya kepada yang dibid’ahkan (tentunya kepada ulamanya orang yang dibid’ahkan). Jika ...

HUKUM KAWIN LARI DAN NIKAH SIRRI

*HUKUM KAWIN LARI DAN NIKAH SIRRI* Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya Yahya, saya mencintai seorang pria yang telah lama saya berhubungan dengannya, akan tetapi kedua orang tua saya tidak merestui hubungan kami, kemudian kami berdua kawin lari dan menikah secara sirri, apakah pernikahan kami sah Buya? tolong jawabannya Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Yang ada di dalam Islam adalah membangun cinta di atas pernikahan yang penuh berkah dan bukan membangun pernikahan diatas cinta. Yang membangun pernikahan di atas cinta akan terjerumus dalam petualangan cinta yang haram atau pacaran dan pacaran adalah mendekati zina yang dilarang di dalam Al-Qur’an. Pacaran adalah cara membangun jalinan orang di luar Islam. Lebih dari itu hilangnya kepatuhan kepada orang tua banyak disebabkan karena mencintai sebelum waktunya. Contohnya adalah yang anda lakukan karena anda terlanjur mencintai laki-laki pilihan anda hingga menjadikan anda nekat untuk kawin lari. Kalau anda ti...

APAKAH AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH SAMA DENGAN AQIDAH WAHHABI

APAKAH AQIDAH ASY’ARIYAH SAMA DENGAN AQIDAH SALAFI/WAHABI (ULUHIYAH, RUBUBIYAH, ASMA’ WAS-SHIFAT) Pertanyaan: Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Buya, semoga hari-hari Buya dipenuhi dengan keberkahan dari Allah SWT. Saya ingin bertanya. Apakah sama Aqidah Asy’ariyah dengan Aqidah yang dibagi 3, yaitu Uluhiyah, Rububiyah dan Asma’ Was-shifat. Karena aqidah yang 3 ini biasa dianut oleh golongan yang biasa membid’ahkan, mengkafirkan sesama muslim. Mohon penjelasannya. Jazakallah khairon. jawaban Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Saudaraku yang semoga dimuliakan Allah SWT. Paham Asy’ari tidak pernah membagi tauhid menjadi 3 bagian seperti tersebut dalam soal. Aqidah Asy’ariah adalah aqidah yang sudah dianut mayoritas ulama dunia diantaranya Amirul Mu’minin Filhadits Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Nawawi yang kitab-kitab mereka sudah tersebar dan dibaca oleh umat islam di penjuru dunia. Pembagian tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma was-s...

RENUNGI DOSA-DOSA DAN BERTAUBATLAH

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 3 “Merenunglah sejenak berapa banyak dosa yang kita lakukan bersama hembusan nafas kita? Dan sudahkah kita sadari bahwasannya itu adalah dosa, dan sudahkah kita di saat menyadari akan sebuah dosa lalu kita memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan dan dibarengi dengan tetesan air mata kerinduan akan pengampunan dari Allah? Jujurlah! Pernahkan kita menitikkan air mata karena menyesali dosa? ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 3

MENJALIN PERSAHABATAN

#Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 2 ”Sungguh dusta orang yang menjalin persahabatan akan tetapi mereka tidak saling mendo’akan disaat berpisah. Tanda ketulusan dalam persahabatan adalah saling berdo’a saat tidak saling bertemu. Begitu mudahnya berdo’a saat bertemu akan tetapi tidak mudah berdo’a disaat saling berpisah, kecuali bagi yang tulus. Itulah cinta karena Allah ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 2

MUTIARA HIKMAH

#Mutiara_Hikma_Buya_Yahya Ke 1 “Menata hati agar senantiasa sadar akan kekurangan dirinya akan meredam luapan semangat untuk memperhatikan cela orang lain dengan mata meremehkan. Dan hal itu akan menjadikan dirinya amat berhati-hati dalam melihat cela orang lain. Sebab semua kesalahan yang terjadi pada orang lain bisa saja terjadi pada dirinya sendiri.” #Mutiara_Hikma_Buya_Yahya Ke 1

AGAR ANAK BAHAGIA

AGAR ANAK BAHAGIA Oleh: Buya Yahya Pengasuh LPD Al-Bahjah buyayahya.org – albahjah.tv – radioqu.com Anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita. Akan tetapi tidak semua dari kita mengerti bagaimana menjaga nikmat tersebut. Menjaga akhlaq dan keimanan mereka adalah yang harus diutamakan. Itulah yang diharap dan diinginkan oleh anak biar tidak diucap oleh lidah mereka. Orang tua cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Diantara hal yang dibutuhkan oleh anak tidak ada yang melebihi dari pentingnya keselamatannya kelak setelah kehidupan di dunia ini. Jika ada orang tua yang begitu semangat menyekolahkan anaknya dipendidikan tinggi dengan harapan agar anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang layak dan menguntungkan dari segi materi atau seorang tua membekali modal besar untuk anaknya agar bisa mandiri dan makmur dalam kehidupannya di dunia ini. Sungguh ia adalah orang tua yang cerdas, senantiasa ber...