Langsung ke konten utama

AGAR ANAK BAHAGIA

AGAR ANAK BAHAGIA

Oleh: Buya Yahya
Pengasuh LPD Al-Bahjah
buyayahya.org – albahjah.tv – radioqu.com

Anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita. Akan tetapi tidak semua dari kita mengerti bagaimana menjaga nikmat tersebut. Menjaga akhlaq dan keimanan mereka adalah yang harus diutamakan. Itulah yang diharap dan diinginkan oleh anak biar tidak diucap oleh lidah mereka. Orang tua cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Diantara hal yang dibutuhkan oleh anak tidak ada yang melebihi dari pentingnya keselamatannya kelak setelah kehidupan di dunia ini.

Jika ada orang tua yang begitu semangat menyekolahkan anaknya dipendidikan tinggi dengan harapan agar anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang layak dan menguntungkan dari segi materi atau seorang tua membekali modal besar untuk anaknya agar bisa mandiri dan makmur dalam kehidupannya di dunia ini. Sungguh ia adalah orang tua yang cerdas, senantiasa berfikir akan masa depan sang anak. Akan tetapi seorang tua tersebut akan menjadi tidak bijak lagi jika ternyata melupakan masa depan yang lebih lama lagi yaitu kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Ada masa depan nanti di alam Barzakh yang tidak hanya enam puluh atau seratus tahun akan tetapi ribuan tahun dan bersama penantian itu sang anak akan menuai apa yang diperbuat saat di dunia dulu. Nanti setelah kehidupan alam Barzakh akan dilanjutkan menuju kebahagiaan yang hakiki atau kesengsaraan yang hakiki di surga atau di neraka. Siapa yang rela jika anaknya disiksa di alam Barzakh dan di akhirat nanti? Disiksa karena kita sebagai orang tua tidak pernah memikirkan masa depan mereka setelah kehidupan ini. Disiksa karena kita sebagai orang tua telah tidak memikirkan bekal anak-anak kita di kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Kita mungkin akan mudah tanggap jika anak kita gagal ujian akhir di sekolah atau universitas atau gagal dalam sebuah usaha dagangnya. Akan tetapi kenapa kita tidak mudah tanggap dengan anak kita yang malas melakukan shalat atau mulai melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah? Sungguh bahasa cinta adalah amat indah dan akan menghadirkan keindahan. Cinta yang sesungguhnya kepada anak akan diterjemahkan dengan kepedulian terhadap masa depan anak. Tidak ada masa depan yang sesungguhnya selain masa depan di akhirat. Bukan cinta yang sesungguhnya bagi orang tua yang hanya ingin membahagiakan anaknya selama enam puluh tahun sepanjang hidupnya di dunia lalu melupakan kehidupan yang lebih lama setelah di dunia ini.

Yang berani membiayai sekolah anaknya untuk mencari ilmu dunia dengan biaya mahal tentu akan rela membiayai anaknya untuk mengambil bekal di akhirat dengan biaya yang lebih mahal. Jika masih ragu untuk yang demikian itu maka sangat diragukan kecintaan orang tua tersebut terhadap anaknya bahkan sangat mungkin diragukan keimanannya kepada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Dan tidak sampai disini, orang tua yang lalai memikirkan kebahagian anaknya kelak di akhirat akan menemukan kesengsaran yang amat sangat seperti yang pernah dikisahkan oleh Rasulullah SAW. Kisah orang ahli ibadah yang hendak menuju ke surga akan tetapi tiba-tiba ada yang menyeru dari dasar neraka jahannam menginginkan agar orang yang hendak masuk surga itu di masukkan ke neraka bersamanya.

Melihat kejadian seperti ini, Malaikat menghadap kepada Allah SWT dan Allah SWT memerintahkan Malaikat agar menggiring orang tersebut ke neraka. Ia adalah orang tua yang ahli ibadah, ahli sedekah dan ahli kebaikan akan tetapi telah membiarkan sang anak tanpa ada bimbingan agar semakin dekat kepada Allah dan tanpa pembekalan untuk di akhirat. Maka disebabkan keteledorannya dalam mempersiapkan masa depan anaknya di akhirat maka ia pun ikut rugi bersama sang anak di neraka jahannam.

Wallahu a’lam Bish-Showab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI

*MINTA MAAF DAN HUKUM TIDAK MENYAPA LEBIH DARI 2 HARI * Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr Wb. Buya, saling memaafkan wajib hukumnya dan dilakukan setiap saat. Bagaimana hukum orang yang tidak mau tegur sapa lebih dari dua hari? Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Minta maaf adalah sifat yang sangat mulia. Dalam hadits disebutkan, bahwa orang yang lebih dulu meminta maaf derajatnya dihadapan Allah SWT lebih tinggi dan lebih dicintai Allah SWT dari yang dimintai maaf. Maka dari itu jangan minta maaf hanya disaat kita bersalah. Jika kita bermasalah dengan saudara atau teman, maka bersegeralah meminta maaf biarpun kita dalam posisi benar, itulah kemuliaan. Apalagi jika kita bersalah, maka kita harus segera meminta maaf, khawatir nyawa kita dicabut sementara kita punya dosa dengan sesama yang Allah SWT tidak mengampuni kita kecuali orang yang kita sakiti dan salahi memaafkan kita. Adapun orang yang tidak tegur sapa lebih dari tiga hari jika bukan karena permasalahan hal itu tid...

HUKUM KREDIT

HUKUM KREDIT Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya seorang wiraswasta, saat ini banyak sekali transaksi jual beli yang menggunakan sistem kredit, yang ingin saya tanyakan bagaimana hukum jual beli dengan menggunakan kredit? Mohon penjelasan dari buya. Terima kasih. Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Tentang jual beli dengan sistem kredit dalam arti menjual barang kepada pembeli dengan pembayaran yang dicicil dalam jangka waktu tertentu, maka hal itu ada tiga macam: 1) Kredit yang haram, karena transaksi tersebut memang tidak boleh dengan kredit. Yaitu jual beli yang berupa: a. Emas dengan emas b. Perak dengan perak c. Emas dengan perak d. Uang dengan emas e. Uang dengan perak f. Uang dengan uang Sebab untuk macam-macam jual beli tersebut ada hukumnya tersendiri, diantaranya tidak boleh dengan kredit. 2) Kredit yang diperkenankan, yaitu: Kredit yang diperbolehkan dalam Islam adalah selagi bukan jual beli yang tersebut di bagian kredit terlarang di at...

BOLEHKAH ANAK SUSUAN MENIKAH DENGAN ANAK SENDIRI?

BOLEHKAH ANAK SUSUAN MENIKAH DENGAN ANAK SENDIRI? Pertanyaan: Assalamu’alaikum Ustadz. Dulu saya pernah menyusui keponakan saya sendiri. Hal itu saya lakukan karena dia menangis sejadi-jadinya setelah ditinggal ibunya pergi. Di saat yang sama pula saya menyusui anak kandung saya yang umurnya sebaya dengan keponakan saya tadi. Kini, saat mereka dewasa, mereka berdua saling mencintai dan bermaksud ingin merajut hubungan lebih lanjut ke ranah pernikahan. Bagaimana kasus saya menurut syariat Islam? Bagaimana hukum pernikahan anak saya nanti? Wassalamu’alaikum Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Menjawab pertanyaan ibu yang semoga dimuliakan oleh Allah SWT, yang harus difahami: Pertama adalah masalah menyusui. Seorang anak akan menjadi anak susuan ibu jika memenuhi 3 syarat yang berikut ini: 1) Anak tersebut disusui sebelum genap umur 2 tahun hijriyah. 2) Menyusuinya adalah tidak kurang dari 5 kali susuan yang memuaskan. Arti se-kali memuaskan adalah: Bayi tersebut men...